1 Nov 2013

bahasa indonesia (tugas 2)

KARYA TULIS ILMIAH

KARYA TULIS ILMIAH
Karya tulis adalah segala bentuk hasil pikir manusia
yang dituangkan dalam tulisan. Merujuk dari definisi ini
maka disebutkan bahwa karya tulis dibagi 2 yaitu :
karya tulis fiksi dan non fiksi (ilmiah).

Karya tulis fiksi adalah karya tulis hasil dari rekaan,
khayalan dan imajinasi manusia. Contoh : cerpen, novel,
dan puisi.
Karya tulis non fiksi (ilmiah) adalah suatu hasil karya
yang dipandang memiliki kadar ilmiah tertentu serta
dapat dipertanggungjawabkan dalam bentuk karangan
Atau tulisan ilmiah.
Suatu karya tulis akan bermakna bila dapat dibaca dan
dipahami oleh orang lain yang membacanya, sehingga
kualitasnya harus diutamakan.

Kualitas karya tulis ditentukan oleh beberapa aspek, yaitu :
1.     Topik yang menarik
2.     Mudah dipahami oleh pembaca
Karya tulis merupakan uraian atau laporan kegiatan,
temuan, atau  informasi yang berasal dari data primer
dan/atau sekunder, serta disajikan untuk tujuan tertentu.

·        Data primer adalah data yang merupakan sumber
informasi yang memuat informasi asli yang dapat dituangkan
dalam bentuk kata, gambar, ataupun objek lainnya.
·        Informasi yang terkandung di dalam sumber primer
seringkali tidak mengalami proses  penyuntingan, sehingga
informasi yang disajikan murni apa adanya.
·        sumber primer merupakan sumber informasi yang tidak
dilengkapi oleh penafsiran, evaluasi, analisis, peringkasan, atau
berbagai jenis komentar dari si pengarang. Namun demikian,
sumber primer tidak diterbitkan hanya dalam bentuk tertulis.
Memoar dan sejarah lisan juga dapat dikategorikan sebagai
sumber primer.
Ø Data sekunder adalah sebagai sumber informasi yang
    menyajikan penafsiran, analisis, penjelasan, ulasan dari pengarang terhadap topik tertentu.
Ø Sumber sekunder bisa juga berupa analisis atau paparan yang mengambil sumber primer sebagai objek pembahasannya, sehingga dapat dikatakan bahwa sumber sekunder  merupakan reproduksi dari sumber primer.
Ø Seringkali, sumber sekunder ditulis atau direkam bertahun-tahun setelah suatu peristiwa bersejarah terjadi.
Karya Tulis     :      ilmiah
                          :    non ilmiah

Karya  tulis ilmiah adalah suatu karya tulis yang
disusun berdasarkan pendekatan dan metoda
ilmiah dan diajukan untuk  kelompok pembaca
tertentu.

Disebut ilmiah karena :
1.     Penulisannya sistematis
       harus mengikuti prosedur dan langkah tertentu
2.     Eksplanasi
       menjelaskan suatu keadaan atau fenomena tertentu
3.     Terkontrol
      setiap langkahnya terencana dengan baik, mempunyai standar tertentu dan kesimpulan disusun berdasarkan hasil analisis data.
Menyusun karya tulis ilmiah bukan suatu  pekerjaan  mudah namun harus menguasai  ketrampilan dan pengetahuan bahasa yang benar.

Pada masyarakat ilmiah, penamaan karya tulis ilmiah
sangat  bervariasi, tergantung pada tingkatan, ruang
lingkup, maupun  kegunaannya.
Berikut diantaranya :
·        Laporan
     laporan pada umumnya berkaitan dengan uraian  tertulis dari hasil pengalaman langsung atau sumber data primer.
Makalah Ilmiah (scientific paper, research paper)
·        Makalah ilmiah adalah karya tulis ilmiah yang disusun berdasarkan informasi, data atau hasil penelitian yang ditujukan untuk golongan pembaca/masyarakat tertentu. (lihat jurnal di internet !)

·        Penulisan Ilmiah (PI)
     Makalah ini biasanya berhubungan dengan suatu kegiatan pendidikan, dan merupakan rangkuman dalam suatu periode (term) seperti semester. Penyusunan makalah ini dimaksudkan  untuk mengembangkan kemampuan analisis mahasiswa dalam ketrampilan tertentu sebagai penerapan pelajaran yang diterimanya pada periode pendidikan yang bersangkutan.
Ø Skripsi
     adalah karya tulis akademik hasil studi atau penelitian yang ditulis dan disusun secara sistematis berdasarkan metoda ilmiah baik melalui penelitian indukstif maupun deduktif yang dilakukan mahasiswa dibawah bimbingan pembimbingnya.

Ø Tesis (level S2)

Ø Disertasi (level S3)


v Tulisan ilmiah merupakan serangkaian kegiatan penulisan berdasarkan hasil penelitian, yang sistematik berdasarkan pada metode ilmiah, untuk mendapatkan jawapan secara ilmiah terhadap permasalahan yang muncul sebelumnya.

v Tulisan ilmiah adalah laporan tertulis dan dipublikasikan atau dipaparkan sebagai hasil penelitian atau pengkajian yang teliti yang dilakukan oleh seseorang atau sebuah tim dengan memenuhi kaedah dan etika keilmuan yang dikukuhkan dan diterima oleh masyarakat keilmuan.
Tulisan ilmiah :
1.  Tulisan Ilmiah Populer
2. Tulisan Ilmiah Murni

v Artikel --karya tulis seperti misalnya laporan berita atau esai dalam majalah, surat kabar, dsb.
v Ilmiah --bersifat ilmu; secara ilmu pengetahuan; memenuhi syarat (kaidah) ilmu pengetahuan.
v Populer --dikenal dan disukai orang banyak (umum); sesuai dengan kebutuhan masyarakat pada umumnya; mudah dipahami orang banyak; disukai orang banyak.
v Ilmiah Populer --bersifat ilmu, tetapi menggunakan bahasa umum sehingga mudah dipahami oleh masyarakat awam (tentang artikel, gaya penulisan karya ilmiah).
   Ciri Tulisan Ilmiah Populer  :
a)     Sasarannya masyarakat umum/awam
b)    Kata-katanya sederhana, mudah diidentifikasi dan dipahami
c)     Tidak memuat Hipotesis
d)    Isi dan Judul harus informatif dan mudah ditangkap maksudnya
v Karya Ilmiah --tulisan yang memuat dan mengkaji suatu masalah dengan menggunakan kaidah-kaidah keilmuan, seperti objektif, logis, empiris (berdasarkan fakta), sistematis, lugas, jelas, dan konsisten.
v Ilmiah murni --skripsi, tesis, desertasi-- ditampilkan dalam bahasa baku dan sangat terikat dengan kaidah bahasa Indonesia resmi.
     Topik : bidang keilmuan spesifik.
v Ilmiah populer --ditampilkan dengan bahasa yang lebih luwes sehingga dapat dipahami masyarakat awam.
     Topik: permasalahan aktual masyarakat.
Ciri tulisan ilmiah murni :
a)     Fakta obyektif dan bisa dipertanggungjawabkan
b)    Kata-katanya mudah dipahami dan diidentifikasi
c)     Mengikuti aturan dan Bahasa Indonesia yang benar
d)    Isi karangan singkat, jelas dan padat.
e)     Hindari penggunaan kata-kata asing, kecuali memang
       belum ada terjemahannya
f.    Masalah yang diungkapkan harus jelas dan jangan banyak teori
 
Tugas
Kualitas karya tulis ditentukan oleh beberapa  aspek, yaitu :
    a.  Topik yang menarik
    b.  Mudah dipahami oleh pembaca
    Coba Anda jelaskan kedua aspek ini ! (Upload
    menjadi tugas 2)
jawab:
a.     biasanya penulisan karya tulis disarankan mengambil topik-topik atau bahan pembicaraan yang sedang hangat di perbincangkan , biasanya yang berkaitan dengan keseharian atau yang ada di sekitar kita,akan timbul 5 aspek pertanyaan untuk memperkuat ke-menarikan karya tulis yang kita buat,seperti : siapa yang mengalami ? ,kapan kejaiannya ? , apa yang terjadi ? , bagaimana kelanjutannya ? , dan apa landasan dari kejadian tersebut . dan yang terpenting , bagaimana kita membuat alur dari karya tersebut agar mempunyai klimaks atau titik akhir yang jelas dan memuaskan.
b.     gunakan bahasa yang mudah di mengerti , jangan menggunakan istilah-istilah yang sangat awam bagi pembaca ,jika sasaran penulisan anda adalah masyarakat umum , semakin kompleks perbendaharaan bahasa anda , semakin sulit juga orang memahami apa yang akan anda sampaikan didalam karya tulis anda tersebut.

nama: setela winda elh siana.h
kelas: 3eb20
npm: 29211293

bahasa indonesia (tugas1)

BAHASA INDONESIA


BAB I. FUNGSI BAHASA

Pengertian Bahasa
  Bahasa menurut Gorys Keraf (1997 : 1) merupakan alat komunikasi antara
anggota masyarakat berupa simbol bunyi yang dihasilkan oleh alat ucap
manusia. Mungkin ada yang mengatakan bahwa ada alat komunikasi lain selain
bahasa, misalnya penggunaan alat, simbol, dan lain sebagainya, namun hal ini
banyak sekali kelemahannya.
  Bahasa memberikan kemungkinan yang jauh lebih luas dan kompleks
daripada yang dapat diperoleh dengan menggunakan media tadi. Bahasa
haruslah merupakan bunyi yang dihasilkan oleh alat ucap manusia.
Aspek Bahasa
  Bahasa merupakan sistem komunikasi yang  mempergunakan simbol-simbol
vokal (bunyi ujaran) yang bersifat arbitrer (manasuka), yang dapat diperkuat
dengan gerak-gerik badaniah yang nyata. Bahasa mencakup dua bidang, yaitu
vokal yang dihasilkan oleh alat ucap manusia dan arti atau makna bunyi dengan
sesuatu yang diwakilinya.

Fungsi Bahasa
  Menurut Felicia (2001:1) dalam berkomunikasi sehari-hari, salah satu alat yang
paling sering digunakan adalah bahasa, baik bahasa lisan maupun bahasa tulis.
Begitu dekatnya kita dengan bahasa, terutama Bahasa Indonesia, sehingga tidak
dirasa perlu untuk mendalami dan mempelajari Bahasa Indonesia.
  Komunikasi lisan atau non standar yang sangat praktis menyebabkan kita
tidak teliti berbahasa. Kita akan kesulitan pada saat akan menggunakan bahasa
tulis atau bahasa yang lebih standar dan teratur.
  Pada dasarnya bahasa memiliki fungsi tertentu yang digunakan berdasarkan
kebutuhan seseorang, yaitu sebagai alat untuk mengekspresikan diri, alat untuk
berkomunikasi, alat untuk mengadakan integrasi, dan beradaptasi sosial dalam
lingkungan atau situasi tertentu, dan sebagai alat untuk melakukan kontrol sosial
(Keraf, 1997 :3).
PerkembanganTeknologi Informasi dan Komunikasi membuat dunia seakan
tanpa batas. Hal ini menjadi tantangan terhadap perkembangan dan
pertumbuhan Bahasa Indonesia. Konsep-konsep dan istilah baru secara tidak
langsung memperkaya khasanah Bahasa Indonesia.

Bahasa sebagai Alat Ekspresi Diri
  Bahasa merupakan sarana atau alat yang digunakan seseorang untuk
mengekspresikan keinginan atau kehendaknya. Suatu hasil pemikiran dan
renungan seseorang akan disampaikan  atau ditujukkan ke orang lain dengan
menggunakan bahasa.
Contoh : Seorang anak menggunakan bahasa untuk mengekspresikan
               kehendaknya atau perasaannya pada sasaran yang tepat, yaitu kepada
               ayah dan bundanya.

Bahasa sebagai Alat Komunikasi
Bahasa sebagai alat komunikasi merupakan saluran perumusan maksud kita,
melahirkan perasaan kita dan memungkinkan kita menciptakan kerja sama
dengan sesama . Bahasa mengatur berbagai macam aktivitas kemasyarakatan,
merencanakan dan mengarahkan masa depan kita. (Gorys Keraf, 1997 : 4).
  Pada saat kita menggunakan bahasa untuk berkomunikasi, antara lain kita
juga mempertimbangkan apakah bahasa yang kita gunakan laku untuk dijual.
Sehingga kita sering mendengarkan istilah “ Bahasa Komunikatif”.
Misalnya : Kata Makro hanya dapat dipahami oleh golongan masyarakat tertentu.
                   Besar atau luas mudah dipahami oleh semua lapisan masyarakat.

Bahasa sebagai Alat Integrasi dan Adaptasi Sosial
  Bahasa disamping sebagai salah satu unsur kebudayaan, memungkinkan pula
manusia memanfaatkan pengalaman-pengalaman mereka untuk mempelajari
dan mengambilnya untuk kemudian dipergunakan berinteraksi dengan
orang/bangsa lain.
Sebagai alat adaptasi, maka kita harus menggunakan bahasa yang tepat dalam
beradaptasi dengan lingkungan yang kita hadapi.
Bahasa sebagai Kontrol Sosial
Sebagai kontrol sosial bahasa sangat efektif. Sebagai kontrol sosial bahasa
diterapkan sebagai alat penerangan, informasi, maupun pendidikan.
Bahas Indonesia Yang Baik dan Benar
Bahasa Yang Baik
  Penggunaan bahasa yang baik (sesuai aspek komunikatif) adalah sesuai
dengan sasaran kepada siapa bahasa tersebut di sampaikan. Hal ini harus
disesuaikan dengan unsur umur, agama, status sosial, lingkungan sosial, dan
sudut pandang khalayak sasaran kita.
Bahasa yang Benar
  Bahasa yang benar berkaitan dengan aspek kaidah, yaitu peraturan bahasa
(tata bahasa, pilihan kata, tanda baca, dan ejaan).

Tugas
Kerjakan Tugas dibawah ini dengan tepat dan upload-lah ke Student
Portofolio Tugas anda masing-masing!
1.Jelaskan dengan contoh “ Penggunaan Bahasa Indonesia secara baik dan benar “!
2.Berikanlah contoh fungsi bahasa sebagai alat komunikasi !
Jawab:
1. Penggunaan bahasa yang baik (sesuai aspek komunikatif) adalah sesuai
dengan sasaran kepada siapa bahasa tersebut di sampaikan. Hal ini harus
disesuaikan dengan unsur umur, agama, status sosial, lingkungan sosial, dan
sudut pandang khalayak sasaran kita.
Bahasa yang benar berkaitan dengan aspek kaidah, yaitu peraturan bahasa
(tata bahasa, pilihan kata, tanda baca, dan ejaan).

Bahasa yang Baik

Bahasa Indonesia yang baik adalah bahasa Indonesia yang digunakan sesuai dengan norma kemasyarakatan yang berlaku. Misalnya, dalam situasi santai dan akrab, seperti di warung kopi, di pasar, di tempat arisan, dan di lapangan sepak bola hendaklah digunakan bahasa Indonesia yang santai dan akrab yang tidak terlalu terikat oleh patokan. Dalam situasi resmi dan formal, seperti dalam kuliah, dalam seminar, dalam sidang DPR, dan dalam pidato kenegaraan hendaklah digunakan bahasa Indonesia yang resmi dan formal, yang selalu memperhatikan norma bahasa
Bahasa yang Benar
Bahasa Indonesia yang benar adalah bahasa Indonesia yang digunakan sesuai dengan aturan atau kaidah bahas Indoneia yang berlaku. Kaidah bahasa Indonesia itu meliputi kaidah ejaan, kaidah pembentukan kata, kaidah penyusunan kalimat, kaidah penyusunan paragraf, dan kaidah penataan penalaran. Jika kaidah ejaan digunakan dengan cermat, kaidah pembentukan kata ditaati dengan konsisten, pemakaian bahasa Indonesia dikatakan benar. Sebaliknya, jika kaidah-kaidah bahasa itu kurang ditaati, pemakaian bahasa tersebut dianggap tidak benar/tidak baku.
Oleh karena itu, kaidah yang mengatur pemakaian bahasa itu meliputi kaidah pembentukan kata, pemilihan kata, penyusunan kalimat, pembentukan paragraf, penataan penalran, serta penerapan ejaan yang disempurnakan. Kaidah-kaidah itu diungkapkan lebih lanjut pada bagian lain, dengan dilengkapi contoh yang salah dan contoh yang benar.
Bahasa yang Baik dan Benar
Bahasa Indonesia yang baik dan benar adalah bahasa Indonesia yang digunakan sesusai dengan norma kemasyarakatan yan berlaku dan sesuai dengan kaidah-kaidah bahasa Indonesia.
Jika bahasa diibaratkan pakaian, kita akan menggunakan pakaian renang pada saat akan berenang di kolam renang sambil membimbing anak-anak belajar berenang. Akan tetapi, tentu kita akan mengenakan pakaian yang disetrika rapi, sepatu yang mengkilat, dan seorang laki-laki mungkin akan menambahkan dasi yang bagus pada saat ia menghadiri suatu pertemuan resmi, pada saat menghadiri pesta perkawinan rekan sejawat, atau pada saat menghadiri sidang DPR.
Akan sangat ganjil bukan, jika pakaian yang disetrika, sepatu mengkilap, dasi,  dan sebagainya itu digunakan untuk berenang. Demikian juga kita akan dinilai sebagai orang yang kurang adab jika menghadiri acara dengar pendapat di DPR dengan pakaian renang karena di sana ada ketentuan yang sudah disepakati bahwa siapa pun yang akan menghadiri acara resmi di DPR harus berpakaian rapi.  Barangkali kita masih ingat kasus seorang pengusaha sukses, yang oleh petugas protokol ditolak menghadiri acara  dengar pendapat di DPR karena  pengusaha  yang "nyentrik"  itu tidak menggunakan  pakian rapi.
contohnya: 
·              Apakah kamu ingin menyapu rumah bagian belakang ?
·              Apa yang kamu lakukan tadi?
·              Misalkan ketika dalam dialog antara seorang Guru dengan seorang siswa
·                                      Pak guru : Rino apakah kamu sudah mengerjakan PR?
·                                      Rino : sudah saya kerjakan pak.
·                                      Pak guru : baiklah kalau begitu, segera dikumpulkan.
·                                      Rino : Terima kasih Pak
Kata yang digunakan sesuai lingkungan sosial
Contoh lain dari pada Undang-undang dasar antara lain :
Undang-undang dasar 1945 pembukaan bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu penjajahan diatas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perkeadilan.
Dari beberapa kalimat dalam undang-undang tersebut menunjukkan  bahasa yang sangat baku, dan merupakan pemakaian bahasa secara baik dan benar.
Contoh lain dalam tawar-menawar di pasar, misalnya, pemakaian ragam baku akan menimbulkan kegelian, keheranan, atau kecurigaan. Akan sangat ganjil bila dalam tawar -menawar dengan tukang sayur atau tukang becak kita memakai bahasa baku seperti ini.
(1)   Berapakah Ibu mau menjual tauge ini?
(2)   Apakah Bang Becak bersedia mengantar saya ke Pasar Tanah Abang dan berapa ongkosnya?
Contoh di atas adalah contoh bahasa Indonesia yang baku dan benar, tetapi tidak baik dan tidak efektif karena tidak cocok dengan situasi pemakaian kalimat-kalimat itu. Untuk situasi seperti di atas, kalimat (3) dan (4) berikut akan lebih tepat.
(3)   Berapa nih, Bu, tauge nya?
(4)   Ke Pasar Tanah Abang, Bang. Berapa?
Misalkan perbedaan dari bahasa indonesia yang benar dengan bahasa gaul
Bahasa Indonesia
Bahasa Gaul (informal)

Aku, Saya
Gue
Kamu
Elo
Di masa depan
kapan-kapan
Apakah benar?
Emangnya bener?
Tidak
Gak
Tidak Peduli
Emang gue pikirin!
Dari contoh diatas perbedaan antara bahasa yang baku dan non baku  dapat terlihat dari pengucapan dan dari tata cara penulisannya. Bahasa indonesia baik dan benar merupakan bahasa yang mudah dipahami,  bentuk bahasa baku yang sah agar secara luas masyarakat indonesia berkomunikasi menggunakan bahasa nasional.
2.contoh fungsi bahasa sebagai alat komunikasi 
Contohnya :
Misalnya berupa :
-          Alat-alat itu digunakan untuk berkomunikasi misalnya gerak badaniah, alat bunyi-bunyian, kentongan, lukisan, gambar, dsb).
Contohnya :
-          bunyi tong-tong memberi tanda bahaya
-          adanya asap menunjukkan bahaya kebakaran
-          alarm untuk tanda segera berkumpul
-          bedug untuk tanda segera melakukan sholat
-          telepon genggam untuk memanggil orang pada jarak jauh
-          simbol – tanda stop untuk pengguna jalansimbol laki-laki dan perempuan bagi pengguna toilet.
-          gambar peta yang menunjukkan jalan
-          suasana gemuruh kentongan dipukul tanda ketika ada bahaya
-          adanya asap tampak dari kejauhan pertanda kebakaran
-          bunyi alarm (suasana tanda bahaya gempa bumi/bencana alam) dsb.
·              contoh dalam kehidupan sehari hari
misalkan seorang satpam perumahan  berjaga-jaga/ronda pada malam hari, pada saat sudah mendekati jam 12.00 malam satpam tersebut membunyikan kentongan yang bertanda bahwa waktu sudah tepat pukul 12.00 malam. Dan timbul timbal balik antara satpam sama orang-orang disekitar perumahan.setiap orang jadi lebih mengerti tanda waktu pergantian tersebut
Jadi, bahasa yang dipakai satpam tersebut berupa kentongan yang memberikan pertanda sesuatu akan terjadi/ sesuatu yang sudah mestinya dilakukan.


 nama: setela winda elh siana .h
 kelas: 3eb20
 npm: 29211293